Kapolres Metro Jakut bersama Forkopimko Dukung Gerakan Cinta Lingkungan di Festival CiLung 2026

  • Redaksi
  • Minggu, 18 Oktober 2026 22:08
  • 84 Lihat
  • Polri

JAKARTA, Kreativitas mengubah sampah menjadi karya bernilai guna mewarnai Festival Perahu Cinta Lingkungan (CiLung) 2026 di Danau Sunter Selatan, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026).

Festival CiLung 2026 dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat. Kegiatan ini juga dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, kejaksaan, BUMD, serta komunitas lingkungan.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara turut menghadiri kegiatan yang mengusung tema “Berlayar di Atas Kreasi, Bersihkan Badan Air dengan Aksi Pilah Sampah.”

Sebanyak 43 perahu hias hasil kreativitas petugas penanganan sampah badan air ditampilkan dalam festival tersebut.Menariknya, perahu-perahu itu dibuat dengan memanfaatkan 18.400 galon dan 47.000 botol plastik bekas.
Festival ini bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai dan danau.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengatakan Festival Perahu Cilung bukan sekadar ajang menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

 “Kegiatan cinta lingkungan ini harus menjadi kebiasaan rutin kita. Melalui festival ini, kita ingin menggugah dan meningkatkan semangat masyarakat bahwa mencintai lingkungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Uus Kuswanto.

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah melalui penerapan pola pilah, angkut, dan olah sebagaimana tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026. “Pemilahan sampah harus menjadi kebiasaan dan tanggung jawab bersama. Kita harus mulai mengurangi sampah dari rumah, memilahnya dengan benar, dan memastikan sampah tidak mencemari lingkungan, terutama sungai dan danau,” kata Uus Kuswanto. 

Uus Kuswanto menambahkan, keberadaan 43 perahu hias dalam festival tersebut menjadi bukti bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya yang menarik dan memiliki nilai edukasi.Namun, banyaknya sampah yang ditemukan di badan air juga menjadi pengingat bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan.

Ia berharap Festival Perahu Cilung tidak hanya memberikan dampak selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu membangun kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan Danau Sunter dan lingkungan sekitarnya secara berkelanjutan.

 “Jangan hanya pada saat ada kegiatan atau perlombaan lingkungan terlihat bersih. Kita ingin kebersihan ini terus terjaga setiap hari sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya. 

Festival ini bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai dan danau.

Sementara Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi mengapresiasi kegiatan tersebut.Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Festival Perahu Cinta Lingkungan ini merupakan kegiatan positif yang tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kami mendukung upaya membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah dan tidak membuang sampah ke sungai maupun danau,” tegas Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat festival berlangsung.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif menjaga kebersihan badan air demi mewujudkan Jakarta Utara yang bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya. 

Selain parade perahu hias, festival diisi dengan edukasi pemilahan sampah, penebaran benih ikan, penyebaran ekoenzim, pameran hasil daur ulang, hingga pembagian pupuk kompos gratis.

Melalui Festival CiLung 2026, kolaborasi pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat gerakan pengurangan sampah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perairan di Jakarta Utara.

Sampah bukan sekadar masalah, tetapi juga peluang untuk berkreasi. Perubahan besar bagi lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana: memilah sampah dari rumah dan tidak membuangnya sembarangan.

 

NK

Polres Metro Jakarta Utara# Pemkot Jakut# Balaikota Provinsi DKI Jakarta#Polda Metro Jaya# Media Budaya Indonesia. Com# InfoCyber. id

Komentar

0 Komentar